sekilaskisah.org – Marc Marquez dan Jorge Lorenzo merupakan dua pembalap MotoGP asal Spanyol yang pernah mencetak prestasi membanggakan. Namun, publik Spanyol justru menunjukkan reaksi negatif kepada mereka, terutama setelah insiden kontroversial di musim MotoGP 2015.
“Baca Juga: BI Awasi Dampak Tarif Impor AS 32% terhadap Pasar Keuangan RI“
Warga Spanyol Tak Dukung
Jorge Lorenzo mengungkapkan bahwa MotoGP 2015 menjadi musim paling aneh dalam kariernya. Meski berhasil merebut gelar juara dunia, Lorenzo mengaku merasa kecewa. Bukannya mendapat dukungan, ia justru menerima hujatan dari mayoritas penonton asal Spanyol.
Insiden bermula pada seri terakhir MotoGP 2015 di GP Valencia. Saat itu, Lorenzo dan Marquez finis di posisi pertama dan kedua. Namun, banyak pihak menuding mereka bekerja sama untuk menjegal Valentino Rossi yang menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar juara.
Lorenzo menyatakan dirinya merasa heran dengan sikap pendukung MotoGP di negaranya. Menurutnya, 80 persen penonton di tribun justru mencemooh dirinya dan Marquez setelah balapan berakhir. Ia menambahkan bahwa penonton tidak hanya menghina dirinya, tetapi juga ibunya dan teman-temannya yang hadir di sirkuit.
“Penonton di tribun menghina saya, ibu saya, dan teman-teman saya. Padahal mereka orang Spanyol,” ujar Lorenzo dalam wawancara bersama Motosan.es pada Sabtu (5/4/2025).
Kekecewaan Lorenzo semakin mendalam saat melihat banyak warga Spanyol mengenakan atribut khas Rossi, seperti kaus berwarna kuning. Ia menilai kemenangan gelar juara dunia tahun itu terasa hambar karena tidak mendapatkan sambutan hangat dari negaranya sendiri.
“Mereka bilang saya mencuri gelar Rossi. Padahal, saya pembalap Spanyol, dan saya menang di negara sendiri,” jelas Lorenzo.
Situasi tersebut menciptakan luka emosional bagi Lorenzo. Ia merasa publik lebih mendukung pembalap asing ketimbang bangga atas kemenangan dua pembalap Spanyol di GP Valencia.
“Baca Juga: Jorge Martin Tanggapi Wejangan Marquez dan Bagnaia“
Sentimen negatif itu kemudian melekat pada nama Lorenzo dan Marquez hingga bertahun-tahun. Reaksi publik ini menjadi salah satu contoh bagaimana dinamika dukungan fan MotoGP bisa berubah drastis karena isu kontroversial.